Krisis sampah plastik masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Setiap tahun, puluhan ribu ton sampah plastik berakhir di laut, sungai, dan tempat pembuangan akhir. Menyikapi kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkuat kampanye nasional untuk menekan polusi plastik di seluruh wilayah Indonesia.
Tema Hari Lingkungan Hidup 2025: “Stop Polusi Plastik”
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025, pemerintah mengangkat tema “Stop Polusi Plastik” sebagai seruan nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kampanye ini menargetkan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, dan pengelolaan sampah yang lebih modern.KLHK bekerja sama dengan sekolah, komunitas, pasar tradisional, hingga tempat ibadah dalam mendorong edukasi publik tentang bahaya plastik. Program seperti Gerakan Tanpa Plastik, Bank Sampah Digital, dan kegiatan bersih pantai kini semakin diperluas di berbagai daerah.
(Sumber : antaranews.com - Hari Lingkungan Hidup 2025: Stop polusi plastik)
Pengurangan Sampah Laut 70% & Target Zero Waste 2029
Salah satu fokus terbesar Indonesia adalah sampah laut. Pemerintah menargetkan pengurangan sampah laut hingga 70% pada 2025 melalui patroli pesisir, pembersihan pantai, dan penertiban pembuangan limbah ilegal.Selain itu, kelompok nelayan dan komunitas pesisir kini dilibatkan dalam program Ocean Cleanup Indonesia yang bertujuan menjaga kebersihan ekosistem laut dan mangrove.
(Sumber : antaranews.com - Pemerintah targetkan pengurangan sampah laut sebesar 70 persen pada tahun 2025)
Pemerintah juga menetapkan target ambisius untuk mencapai pengelolaan sampah 100% pada tahun 2029, atau yang dikenal sebagai target zero waste. Upaya ini diwujudkan dengan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di sejumlah kota besar.PLTSa diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA sekaligus menghasilkan energi listrik. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengatasi krisis sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
(Sumber :en.antaranews.com - Indonesia races to end plastic waste by 2029 amid rising crisis)
Solusi Berbasis Alam untuk Masa Depan
KLHK juga menekankan pentingnya mengembalikan fungsi ekosistem seperti mangrove sebagai “benteng iklim” yang mampu menyerap karbon dan menahan abrasi. Perlindungan mangrove kini digandengkan dengan upaya pengurangan polusi plastik, karena banyak sampah plastik yang terbawa ke area pesisir dan merusak habitat alami.
(Sumber : kemenlh.go.id - KLH/BPLH Tegaskan Aksi Nyata Atasi Polusi Plastik dan Lindungi Mangrove sebagai Benteng Iklim Indonesia)
Penutup
Krisis sampah plastik bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kampanye nasional, target zero waste 2029, serta komitmen pengurangan sampah laut hingga 70% adalah langkah konkret untuk menjadikan Indonesia lebih bersih dan sehat. Jika seluruh pihak berkolaborasi pemerintah, industri, komunitas, hingga individu, maka Indonesia berpeluang besar menjadi contoh global dalam mengatasi polusi plastik.