Apa Itu Cs-137 dan Sifat Radioaktifnya?
Cesium-137 adalah isotop radioaktif hasil dari fisi nuklir, misalnya dalam reaktor nuklir atau alat industri yang menggunakan sumber radiasi buatan. Ia memancarkan radiasi beta dan sinar gamma yang mampu menembus jaringan dan benda padat.Salah satu karakteristik penting Cs-137 adalah periode paruhnya sekitar 30 tahun. Ini berarti setelah sekitar 30 tahun, setengah dari jumlah radionuklida akan meluruh, tapi sisanya tetap ada dan berpotensi membahayakan lingkungan dan makhluk hidup. Karena sifat ini, Cs-137 termasuk dalam kategori limbah radioaktif berjangka panjang yang perlu penanganan sangat hati-hati.Cs-137 juga bersifat mudah larut dalam air dan dapat menyebar melalui media air tanah atau aliran air permukaan. Jika kontaminasi sampai ke rantai makanan — misalnya lewat ikan, udang, atau tanaman — maka manusia dapat terpapar dosis internal melalui konsumsi.Paparan radiasi dari Cs-137 dibagi menjadi dua tipe: paparan eksternal dan internal. Paparan eksternal terjadi ketika seseorang berada dekat sumber radiasi tanpa pelindung. Paparan internal jauh lebih berbahaya jika radionuklida masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi atau konsumsi makanan/air yang terkontaminasi. Dalam jangka panjang, paparan ini meningkatkan risiko kanker, kerusakan organ, dan gangguan genetik.
Bahaya Radiasi: Dampak Kesehatan dan Lingkungan
Radiasi dari Cs-137 tidak langsung menunjukkan gejala pada dosis rendah, tetapi paparan kronis dapat menimbulkan dampak serius. Risiko utama adalah kanker (pada paru, tiroid, organ dalam), kerusakan sel darah, serta mutasi gen di generasi berikutnya. Organ tubuh yang kaya air atau jaringan lunak menjadi lebih rentan.Di lingkungan, bahan radioaktif dapat merusak mikroorganisme tanah, mempengaruhi kualitas air, dan mencemari biota di ekosistem air. Karena Cs-137 mudah terbawa aliran air, kontaminasi bisa menyebar jauh dari titik sumber jika tidak segera dikendalikan.
Korban, Penanganan, dan Langkah Pemerintah
Dalam kasus Cikande, lebih dari 1.500 orang di sekitar kawasan industri telah diperiksa menggunakan metode pengukuran tubuh (whole-body counter). Beberapa individu ditemukan membawa jejak Cs-137 dalam tubuh, meskipun belum ada gejala serius yang dilaporkan.Penanganan awal meliputi isolasi titik kontaminasi, pemasangan garis pengaman (police line), pemantauan radiasi oleh petugas, serta pemindahan material ke lokasi penyimpanan sementara yang aman. Dalam siaran pers BAPETEN, lokasi penanganan dilakukan dengan protokol keselamatan tinggi agar petugas tidak terpapar radiasi.Pemerintah juga melakukan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. KLHK menyatakan akan menuntut pabrik dan pengelola KIM Cikande bila terbukti sumber radioaktif berasal dari aktivitas mereka. Dekontaminasi sedang berjalan secara bertahap. Proses meliputi pengukuran zona panas, pemilahan material, pencucian atau perlakuan kimia, dan pemindahan ke storage aman. CPM (radiation portal monitoring) akan ditempatkan di pintu keluar kawasan industri untuk mendeteksi kontaminasi pada kendaraan dan barang yang keluar.KLHK menyebut bahwa sekitar 700 kilogram scrap metal terkontaminasi telah diamankan dan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara yang dilapisi timbal agar tidak menyebarkan radiasi.